Selasa, 02 Juni 2020

Obat Herbal Punya Prospek Cerah


PROSPEK obat herbal di Indonesia di masa yang akan datang akan cerah. Jika beberapa bahan herbal ini sudah penuhi ketentuan evidence based medicine, karena itu obat herbal bisa menjadi tipe obat yang disukai warga sebab harga dapat dijangkau serta berbahan gampang didapatkan.


"Sebab jika standarisasi bahan yang terdapat dalam ketentuan evidence based medicine itu dipenuhi, karena itu obat herbal pada harga dapat dijangkau serta bahan yang gampang didapatkan dapat tercukupi," tutur Shierly dari Direktorat Obat Asli Indonesia Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) dalam workshop Obat Herbal untuk Pembangunan Kesehatan di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (11/8).

Menurut Shierly, hal yang sangat fundamental yakni standar operational procedur (SOP) dalam penanaman tumbuhan obat herbal.

"Sebab muatan logam berat bisa ada dalam tanaman obat sebab tipe tanah yang telah terkontaminasi, ini yang perlu jadi perhatian, bagaimana standarisasi itu dibutuhkan untuk jaga kualitas obat herbal," tuturnya.

"Jika obat herbal ini kan dari tanaman yang umumnya telah dipakai warga kita, jadi eksperimen tak perlu diawali pada hewan, sebab langsung pada manusia ya warga itu telah coba langsung beberapa ratus tahun kemarin serta tidak ada efek," imbuhnya Shierly.

Disamping itu farmakolog Prof Amir Syarif dari Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia (UI) mengatakan jika keragaman tumbuhan darat serta laut telah diproses serta dijual, tapi hampir semua dokter di Indonesia belum mereferensikan pemakaian obat tradisionil sebab belum penuhi standard akademik ilmiah (evidence based medicine).

"Di negara kita jumlah tanaman obat itu bermacam-macam, tapi sejumlah besar dokter kita belum merekomendasikannya sebab harus ada standarisasi bahan yang terdapat dalam obat herbal, itu ketentuan evidence based medicine," tutur Amir.

Standarisasi dibutuhkan, disebutkan Amir, harus ada jalinan di antara jumlah dengan dampak obat herbal. "Jika tidak distandarisasi karena itu jumlahnya tidak dapat dinyatakan, demikian juga dampaknya," papar Amir.