Selasa, 02 Juni 2020

Bunga Matahari Pereda Aneka Nyeri




BUNGA matahari atau disebutkan dengan nama latin Helianthus annuus L ialah tumbuhan asli dari Amerika Utara, wilayah di seputar Mexico, Cile serta Peru, yang datang dari familia compositeae (asteraceae). Sekarang ini diprediksikan ada seputar 67 spesies dalam genus helianthus ini.

Nama helianthus diambil dari kata helios yang bermakna matahari serta anthos bermakna bunga. Fakta yang sangat logis mengapa disebutkan bunga matahari ialah sebab bunga ini tetap menghadap mengarah hadirnya cahaya matahari. Dia bergerak ikuti sumber sinar paling besar itu. Kejadian semacam ini diketahui dengan arti heliotropism.

Di Cina bunga ini diketahui dengan nama Xiang ri kui. Sesaat di Indonesia sendiri dia mendapatkan banyak panggilan, salah satunya bunga panca matoari, teleng matoari, ledomata, kembang srengenge, kembang tampongare, bungong matuhori, sungeng, sampai purbanegara.


Rendah Cholesterol

Biasanya, bunga matahari ditanam oleh beberapa keluarga untuk hiasi taman atau halaman depan tempat tinggalnya. Bunganya yang kuning lebar seperti matahari komplet dengan ornament seperti cahaya di sekitarnya, membuat tanaman ini semakin pas untuk pemanis mata.

Herba yang berusia pendek (kurang dari satu tahun) ini tumbuh tegak setinggi 1 sampai 3 mtr. dengan bulu-bulu halus di semua bagiannya. Daunnya tunggal berupa jantung dengan bunga besar seperti cawan. Mahkota bunganya berupa seperti pita yang menyelimutinya cawan di pinggirnya. Pas di tengahnyanya ada bunga-bunga kecil yang berupa tabung serta berwarna coklat. Serta walau termasuk juga tanaman berbatang basah, bunga matahari rupanya malah semakin "nyaman" ditanam di ruang yang banyak mendapatkan cahaya matahari.

Berdasar data dari Direktorat Gizi Departemen Kesehatan, biji bunga matahari rupanya memiliki kandungan gizi yang cukup komplet. Dia memiliki kandungan minyak nabati dengan kandungan cholesterol rendah, hingga pas dikonsumsi mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi atau alami abnormalitas jantung.

Sama dengan Minyak Zairun

Minyak biji bunga matahari mutunya dipandang hampir sama dengan minyak zaitun. Karenanya dia dipakai dengan cara luas untuk alternatif minyak-minyak sayur. Serta kualatis paling baik dari minyak bunga matahari ini didapatkan dari varietas biji hitam yang mengandung minyak seputar 50 sampai 60 %.

Dari beberapa literatur diketahui, biji bunga matahari bermanfaat diuretic (peluruh kencing), expectorant, serta dapat dipakai untuk memudahkan demam, flu, batuk, sakit tenggorokan, atau penyakit paru-paru. Menurut Hartwell (1967–1971), ahli botani serta penyembuhan herbal dari Amerika, bunga serta biji bunga matahari sudah lama dipakai untuk obat tradisionil oleh masyarakat Venezuela untuk menyembuhkan kanker. Terkadang, mereka  mencampurkannya dengan anggur.

Disamping itu, di mata Dr Setiawan Dalimarta, penulis tumbuhan obat dan ketua Bagian Service Sentral Peningkatan serta Implikasi Penyembuhan Tradisionil (Sentral P3T) DKI Jakarta, semua sisi bunga matahari rupanya mempunyai manfaat obat. Tuturnya, "Bunganya dapat untuk turunkan tekanan darah tinggi serta kurangi ngilu atau berbentuk analgesik. Contohnya, untuk kurangi sakit di kepala, sakit gigi, ngilu menstruasi, atau ngilu lambung."

Dia memberikan tambahan, bijinya dapat untuk tingkatkan selera makan, menyembuhkan disentri berdarah, memudahkan sakit campak, atau tingkatkan hasrat. Dari beberapa sumber, Dr Setiawan tahu jika akarnya berguna untuk infeksi aliran kencing, radang aliran napas, batuk rejan serta keputihan. Daunnya berguna untuk malaria serta anti radang.

Pada suatu eksperimen diketahui, sumsum dari tangkai serta fundamen bunga (reseptaculum) yang berisi hemicellulose rupanya sukses menghalangi sarcoma serta ehrlich asitic carcinoma pada tikus eksperimen. "Karenanya dia dapat juga digunakan untuk menyembuhkan kanker, contohnya kaker lambung serta kanker esophagus," kata Dr Setiawan.

Biji bunga matahari adalah salah satunya sumber minyak paling besar, terutamanya minyak yang dapat dikonsumsi. Tetapi disamping itu minyak bunga matahari umumnya dipakai untuk bahan margarin, sabun, minyak pelumas, penerangan, dan saus salad. Jika digabung dengan minyak biji rami, minyak bunga matahari yang 1/2 jadi umumnya diajadikan untuk bahan cat atau pernis.

Tidak itu saja. Daun bunga matahari rupanya biasa digunakan untuk makanan ternak. Sedang batangnya memiliki kandungan serat yang seringkali dipakai untuk bahan kertas. Sekarang ini, sedang dilaksanakan riset mengenai peluang pemakaian minyak bunga matahari untuk bahan bakar diesel.

Bahaya Buat Ibu Hamil

Dengan semua faedahnya, rupanya ada banyak hal yang penting diingat saat konsumsi atau memakai minyak bunga matahari. "Yang penting ialah, janganlah sampai diminum oleh ibu yang sedang hamil atau sedang menyusui," pesan Dr. Amarullah H. Siregar, MSc, PhD, pakar naturopati serta homeopati. Hal tersebut karena disebabkan dalam bunga matahari terdapat zat yang disebutkan inulin yang berperan untuk memperlebar serta memperlancar organ atau aliran pernafasan, hingga dapat beresiko buat bayinya.

Tetapi, menurut Dr. Siregar, sampai sekarang ini dia belum terdengar masalah keracunan buat orang dewasa yang mengonsumsinya. "Dapat disebut bunga matahari ini relatif aman. Ditambah lagi dia banyak terkandung mineral, besi, kalium, kalsium, fosfor, magnesium serta natrium yang berguna buat badan," katanya. Hanya, dia memperingatkan, penggunaan bunga matahari atau beberapa obat tradisionil yang lain semakin lebih aman bila ditanyakan sama dokter atau pakar

Beberapa Resep Bunga Matahari:

Berikut contoh-contoh resep penyembuhan dengan bunga matahari yang digabungkan dari beberapa sumber:

1. Sakit di kepala: bunga 25-30 gr di rebus bersama-sama 1 telor ayam (tidak dipecahkan) dalam tiga gelas air sampai tinggal 1/2 gelas. Minum setelah makan, 2 kali satu hari.

2. Radang payudara (mastitis): mengambil beberapa kepala bunga (tanpa ada biji) dipotong halus, lalu dijemur. Sesudah kering, disangrai sampai hangus selanjutnya digiling sampai halus (jadi tepung). Mengambil 10-15 gr, campur dengan sedikit arak putih, gula seperlunya, serta 1/2 gelas air hangat. Minum 3x satu hari.

3. Rematik: kepala bunga digodok sampai jadi seperti kanji, dinginkan lalu lekatkan (borehkan) pada tempat yang sakit.

4. Susah buang air besar serta air kecil: rebus 15-30 gr akar fresh dengan 4 gelas air sampai tersisa dua gelas. Dinginkan serta saring. Minum 2 kali semasing satu gelas.

5. Disentri : 30 gr biji diseduh, selanjutnya ditim semasa 1 jam. Sesudah diangkat, imbuhkan gula batu seperlunya lalu minum.